Rabu, 10 September 2014

Bulan Terbelah di Langit Amerika


Buku ini adalah buku karya Hanum Salsabiela Rais dan suaminya Rangga Almahendra yang merupakan kelanjutan dari bukunya yang berjudul 99 Cahaya di Langit Eropa. Buku ini menceritakan tentang perjalanan keduanya di Amerika. Hanum harus mencari liputan untuk membuat artikel luar biasa yang akan diterbitkan di koran tempat dia bekerja yang terancam ditutup. Dia harus menulis artikel yang berjudul “Akankah dunia lebih baik tanpa Islam?”. Awalnya dia menolak tawaran itu, karena dia tidak ingin mengkhianati keyakinannya sendiri. Tapi tiba2 dia berubah pikiran, dia tidak ingin tawaran itu diambil orang lain yang pada akhirnya membuat jawaban dari pertanyaan itu menjadi “iya”, dia ingin agar jawaban dari pertanyaan itu adalah “tidak”. Akhirnya dia putuskan untuk mengambil tawaran itu dan dia putuskan berangkat ke Amerika untuk bertemu dengan para narasumber yang merupakan keluarga korban peristiwa 11 September. Sedangkan Rangga harus mempresentasikan penelitiannya di salah satu konferensi dan dia juga dimintai tolong profesornya untuk bisa meyakinkan seorang filantropi Philipus Brown yang juga hadir dalam konferensi itu untuk bisa memberikan seminar di kampus Rangga.

Tapi sayangnya tujuan Hanum dan Rangga berbeda. Hanum harus meliput di New York sedangkan Rangga harus mengikuti konferensi di Washington DC. Mereka hanya punya waktu singkat di Amerika. Hanum sangat fokus untuk menyelesaikan liputannya sedangkan Rangga ingin perjalanannya ke Amerika juga menjadi liburan untuk mereka berdua. Karena itulah menyebabkan Hanum belum juga bisa menemukan narasumber yang dicarinya setelah 2 hari disana. Hanum marah pada Rangga dan akhirnya Hanum memutuskan untuk mencari narasumbernya sendiri dan berjanji akan bertemu dengan Rangga lagi di stasiun menuju Washington DC. Tapi sepertinya ujian dari Tuhan menimpa mereka. Hanum meliput demonstrasi tiap 11 September yang menentang berdirinya Masjid Ground Zero yang berdekatan dengan lokasi kejadian WTC. Hanum berusaha mewawancarai pemimpin rombongan demonstran itu yang bernama Jones tapi tiba2 demonstrasi menjadi ricuh dan dia terjebak dalam pusaran demonstrasi. Dia terjatuh, tersiram alkohol dan handphonenya pun terjatuh dan hancur. Dia bingung bagaimana harus menghubungi Rangga. Pun juga dengan Rangga yang kebingungan karena tak bisa menghubungi istrinya.

Di tengah kondisi Hanum yang sangat memprihatinkan dia berusaha menuju Masjid Ground Zero untuk bisa sekedar beristirahat. Ternyata di masjid itulah dia bertemu dan ditolong oleh seorang perempuan yang bernama Julia Collins yang ternyata adalah petugas museum yang sebelumnya dia temui untuk menanyakan letak masjid itu. Akhirnya Julia Collins inilah yang membantunya dan mengajaknya untuk menginap di rumahnya. Julia ini adalah seorang muallaf yang harus menyembunyikan identitas muslimnya setelah kejadian 11 September itu, bahkan kepada ibunya sekalipun.

Selama menginap di rumahnya Julia banyak bercerita tentang suaminya yang merupakan korban 11 September. Julia juga banyak bercerita tentang sejarah Amerika dan peninggalan Islam di Amerika. Begitupun Jones yang istrinya juga merupakan korban 11 September juga menjadi narasumber untuk liputan Hanum, tapi Jones dan Julia berbeda posisinya. Tak disangka sebenarnya Julia dan Jones ini adalah narasumber yang direkomendasikan oleh atasan Hanum yang sebelumnya diragukan, tapi justru dari mereka berdua inilah Hanum mendapatkan segala informasi untuk liputannya.

Di sisi lain Rangga yang mendapatkan tugas untuk meyakinkan Philipus Brown, pada awalnya sangat susah sekali. Brown selalu hanya tersenyum saja ketika diajak Rangga. Berkali2 dia menghubungi lewat pesan singkat ataupun lewat surel tapi tak satupun yang dibalas. Dia sudah sangat bingung karena berkali-kali profesornya menelponnya untuk menanyakan apakah dia sudah berhasil meyakinkan Philipus Brown. Akhirnya dia punya ide untuk meyakinkan Philipus Brown untuk yang terakhir kalinya dan ternyata ide itu pun berhasil. Dia mendapatkan 5 free pass dari Brown untuk menghadiri acara CNN TV Heroes dimana Brown akan memberikan pidatonya di acara itu sebagai salah saru kandidat penerima award. Saat itu Rangga meminta Hanum untuk mengajak Julia bersama ibu dan putrinya. Lagi2 ada kejadian tak terduga saat acara itu. Brown bercerita kalau suami Julia adalah pahlawan yang telah menyelamatkan nyawanya dari peristiwa 11 September itu, sedangkan istri Jones adalah rekan kerjanya yang juga diselamatkan oleh suami Julia tapi karena sudah tak tahan dia memutuskan untuk menjatuhkan dirinya dari lantai 50. Brown sangat berhutang budi dengan suami Julia. Jones yang pada awalnya sangat membenci Islam, yang image-nya telah dihancurkan oleh sejumlah oknum, menjadi tersadar dan tak lagi membenci Islam.

Mungkin itu adalah sepenggal kutipan singkat dari novel yang berjudul Bulan Terbelah di Langit Amerika. Novel yang sangat luar bisaa menyentuh. Novel yang memberikan informasi yang bisa membuka pikiran kita dan tidak berat sebelah dalam memandang peristiwa 11 September 2001. Dalam novel ini juga terdapat kutipan2 kata2 indah yang bisa menjad inspirasi dan penyemangat, diantaranya:

KAMU (3)


Kamu…
Lagi2 kamu…
Sudah lama sekali tak menuliskan tentangmu…
Sampai sekarang kamu tetaplah kamu yang dulu, tak ada yang berubah sedikitpun darimu, begitupun perasaan ini padamu…
Tapi satu perkembangan yang sangat kukagumi adalah keberanianmu. Keberanian untuk menemui kedua orangtuaku. Tanpa teman, tanpa saudara kamu datang sendiri untuk berkenalan dengan keluargaku dan meminta ijin mengenalku lebih jauh lagi pada kedua orangtuaku…
Kamu datang di bulan yang mulia, semoga keberkahan selalu dilimpahkan untuk niat besarmu itu…  
Apa yang kamu katakan pada orangtuaku benar2 membuatku tak bisa berkata apa2, hanya rasa bahagia luar biasa yang kurasakan. Dan bukan hanya aku saja, kedua orangtuaku pun juga merasakan hal yang sama dan pastinya kelegaan karena untuk pertama kalinya aku mengenalkan seorang laki2 baik yang punya niat serius denganku…
Semenjak saat itu orangtuaku sering sekali menanyakanmu, jika ada acara apapun selalu teringat kamu dan mungkin mengajakmu. Kalau katamu mungkin begitulah cara orangtuaku mensyukuri dan mengungkapkan kebahagiaannya untukku…
Semenjak hari itu juga aku jadi sering tiba2 menangis, tak tahu kenapa, tapi mungkin itu adalah bentuk rasa haruku atas apa yang kunantikan dan “kuperjuangkan” sejak lama. Dan mungkin kamu juga tidak pernah tahu kalau sebenarnya tiap kali bertemu denganmu dan kamu membicarakan hal yang serius tak tahu kenapa aku selalu ingin menangis. Rasanya cuma ingin mendengarkan apa yang kamu katakan dan tak ingin mengeluarkan sepatah kata pun, karena pasti jika aku bicara air mataku akan jatuh. Kalau kata Iin, itu adalah hal yang wajar. Rasa haru yang kurasakan atas apa yang kurasakan dan “kuperjuangkan” selama ini telah membuahkan hasil.
Sepertinya tidak akan pernah cukup rasa syukur kupanjatkan kepada Allah SWT, atas apa yang selama ini kusimpan dan kurasakan sendiri. Sama sekali tak pernah menyangka akan sampai pada tahap ini. Padahal dulu aku selalu bertanya2, kira2 apakah semua yang kurasakan akan ada akhirnya atau aku akan tetap memendam perasaan itu tanpa ada akhirnya. Atau jika memang ada akhirnya apakah semua akan berakhir bahagia atau malah menyedihkan. Tapi ternyata Allah memberikanku akhir yang tak pernah kusangka, akhir yang sangat indah, akhir yang belum benar2 akhir, akhir yang merupakan awal untuk perjuangan selanjutnya. Perjuangan menuju ridho Allah.
Setiap niat baik pasti akan ada ujian dan cobaannya, begitupun niat baik kita. Tapi justru itulah yang harus kita hadapi dan kita selesaikan bersama. Semoga Allah selalu meridhoi langkah kita hingga kita bisa mewujudkan niat baik kita…Aamiin…

T.E.M.A.N (6)


Teman….ya lagi2 aku menuliskan tentang teman. Tapi kali ini aku tidak ingin bercerita tentang cerita yang sedih, justru aku ingin menceritakan sesuatu yang membahagiakan. Kali ini aku ingin menceritakan 2 orang sahabatku. Mereka itu adalah Iin dan Riska. Mereka ini sangat tahu banyak tentang diriku, karena aku merasa sangat nyaman sekali curhat sama mereka. Kadang aku merasa mereka itu seperti peramal, karena kadang aku belum ngomong mereka udah bisa nebak apa yang kupikirkan. Atau kadang malah tiba2 saja menghubungiku saat aku lagi sedih atau saat aku lagi senang, seakan2 seperti ada ikatan batin antara kita.


Ini adalah Riska. Dia ini adalah temanku dari SMA, tapi kita tak pernah sekelas jadinya kita tidak akrab, hanya sekedar tahu nama masing2. Kita saling kenal mulai saat OSPEK, karena kebetulan kita kuliah di kampus dan jurusan yang sama. Mulai saat itu kita jadi sangat dekat, kemana2 bareng.Sampai S2 pun kami sama2.Jadi mungkin sekitar 5 tahun kita berteman sangat akrab. Hubungan pertemanan kita berdua sebenarnya gak mulus2 aja, kita juga sering salah paham tapi ya Alhamdulillah kita bisa melewati itu semua dan sekarang kita udah baik2 aja. Riska ini sangat buaik banget sama semua temen2nya dan sangat sabar, malah lebih sabar daripada aku. Dia itu paling enak kalo diajak ngobrol dan aku nyaman banget kalo curhat sama dia. Entah itu cerita sedih atau seneng, dia pasti dengan senang hati ndengerin curhatanku. Dia itu pendengar yang baik dan selalu ngasi saran dan nasehat sama aku. Dia juga selalu perhatian sama temen2nya. Dulu hampir setiap hari kita selalu sms-an, gak tau pokoknya selalu ada aja yang kita obrolin. Tapi sekarang saat udah sibuk sendiri2, kita udah jarang banget sms-an. Tapi kalau udah sms-an, pasti asyik banget, dan pasti selalu ada nasehat atau saran yang dia kasi buat aku.


Kalau ini namanya Iin. Aku kenal Iin karena kita kuliah di kampus dan jurusan yang sama, bareng2 Riska juga. Kita berdua sekelas, tapi kita berteman biasa2 aja, gak akrab2 banget.Kita berdua baru bener2 deket itu mulai semester 5 saat aku KKN. Dia sendiri yang menawarkan diri kalau aku bosan di tempat KKN suruh sms dia aja.Sejak saat itu kami jadi deket banget. Aku juga jadi sering banget cerita2 sama dia, cerita segala macam. Dan sama dia inilah pertama kalinya aku cerita tentang masalah pribadi, tentang seseorang yang aku suka. Dia ini juga yang menyadarkanku untuk berubah jadi lebih baik.Dia selalu ngasi aku kritikan yang bagus banget buat aku. Iin ini punya banyak temen dan sangat deket en care banget sama semua temen2nya. Dia juga sangat dewasa, bisa jadi pendengar yang baik dan selalu ngasi aku saran dan nasehat. Tapi sekarang karena dia sudah berkeluarga, aku jadi jarang sms-an kayak dulu, jadi harus tahu waktu kalau sms-an. Kalau pengen cerita biasanya aku langsung ke rumahnya dan biasanya itu bisa sampe berjam-jam.

Kenal mereka berdua itu rasanya sangat senang sekali. Bersyukur banget bisa dipertemukan dengan mereka berdua. Mereka berdua itu rasa2nya sifatnya hampir sama. Sama2 menyenangkan kalau diajak ngobrol, sama2 jadi pendengar yang baik, sama2 baiknya sama temen2nya, sama2 care-nya dan seringnya mereka ini bisa ngasi saran dan nasehat yang sama buat aku, padahal aku cerita ke mereka gak barengan lho…hehe. Walaupun sekarang kita gak lagi bisa ketemu tiap hari, gak lagi bisa cerita2 tiap hari dan gak lagi bisa sms-an tiap waktu, tapi insya Allah aku akan selalu mengingat mereka. Aku sayang banget sama mereka dan sangat berterima kasih karena mereka sudah sangat baik padaku. Semoga Allah selalu menjaga ukhuwah antara kami. Semoga kami bisa berteman terus selama-lamanya, sampai kita masing2 berkeluarga, sampai tua dan bahkan mungkin sampai mati…Aamiin…

16082014



16082014
Tepatnya jatuh pada hari Sabtu dan merupakan satu hari sebelum hari kemerdekaan Indonesia. Hari yang sudah sangat kunanti-nantikan semenjak satu tahun yang lalu. Salah satu hari yang berharga dalam hidupku karena bisa memberikan satu kebanggaan lagi untuk kedua orangtua. Hari ini adalah hari dimana aku melaksanakan wisuda untuk yang kedua kalinya, wisuda untuk mendapatkan gelar Magister Sains.

Jika dirunut kembali ke belakang mulai dari awal akan mengambil kuliah S2 ini, rasanya sama sekali tidak menyangka bisa melewatinya walaupun banyak hambatan. Jika ingat dulu dapat tawaran beasiswa Fasttrack, benar2 luar biasa aku menolaknya, karena dalam benakku sama sekali tidak ada keinginan untuk S2. Keinginanku setelah lulus kuliah hanyalah bekerja di perusahaan seperti apa yang kucita-citakan. Akhirnya aku mantap untuk menolak beasiswa ini dan dengan ikhlas kuberikan saja pada temanku yang lebih menginginkannya. Tapi apalah daya, sekeras apapun aku menolaknya dan segigih apapun usahaku untuk menggagalkan beasiswa ini, tetap saja namaku tercantum dalam daftar penerima beasiswa di dalam surat keputusan dari DIKTI. Tapi tak dipungkiri rasa galau terus saja membayangi diriku. Curhat ke beberapa teman belum juga dapat solusi, cerita ke orang tua, mereka menyerahkan semuanya padaku walaupun mereka sangat berharap aku bisa menerima beasiswa itu. Sampai akhirnya aku pun curhat kepada kakakku dan jawaban dari kakakku inilah yang akhirnya membuat hatiku luluh untuk bisa menerima beasiswa ini. Sms dari kakakku waktu itu kira2 isinya begini “kalo menurut saranku mendingan kamu ambil saja beasiswa itu. Coba deh kamu pikir di luar sana itu masih banyak orang yang pengen kuliah S2 tapi gak ada biaya, sedangkan kamu beruntung punya kesempatan untuk kuliah S2 masa’ kamu tolak. Toh kalo kamu belajar lagi juga gak ada salahnya, itung2 kamu berjihad di jalan Allah.Soalnya salah satu jihad di jalan Allah itu adalah dengan menuntut ilmu”. Subhanallah benar2 nasehat dari kakakku ini langsung membuatku menangis, merasa seperti orang yang tidak punya rasa syukur. Akhirnya kuputuskan kuambil saja beasiswa ini dengan niat ingin berjihad di jalan Allah dan ingin memberikan kebanggaan bagi orangtua.
Satu tahun menjalani kuliah S2 Alhamdulillah semuanya berjalan lancar, ya walaupun tidak dapat dipungkiri terkadang masih ada hambatan. Semester berikutnya adalah semester terakhir yang harus bisa kuselesaikan tepat dalam waktu 6 bulan, karena jika tidak untuk semester berikutnya aku harus bayar sendiri. Semester terakhir ini dimulai dari bulan Januari 2013. Aku mengawali penelitianku tentang deposisi lapisan tipis dengan sangat bersemangat. Sebulan berlalu, 2 bulan berlalu, 3 bulan berlalu sampailah pada saat dimana aku harus ujian proposal, tapi sama sekali belum ada data yang kudapatkan. Bingung, sumpek, sedih, galau, semuanya campur aduk jadi satu, karena melihat penelitian teman-teman semuanya lancar.Sampai akhirnya bertemulah dengan bu Diah, beliau mengajakku berdiskusi tentang penelitianku. Awal obrolan semua baik-baik saja, tapi tiba-tiba nada bicara beliau mulai meninggi tapi bukan marah padaku. Beliau mencoba membuka pikiranku yang mulai putus asa ini, beliau memberiku semangat dan berjanji membantuku untuk meluruskan pola pikir pembimbingku, rasanya pengen nangis saat itu, tapi gak mungkin karena kita ngobrol saat praktikum KF di ruang asisten kimia fisik. Luar biasa sekali, setelah obrolan itu di rumah kutumpahkan semua air mata, rasanya udah gak bisa ditahan lagi. Tapi dari situ rasanya semangat itu kembali lagi.Alhamdulillah ujian proposal bisa kulalui dengan sangat lancar dalam waktu yang sangat singkat, tidak sampai 1 jam karena semua penguji harus buru-buru.

Selasa, 02 September 2014

Aku kapan ya???


Pertanyaan yang tiba2 muncul di pikiranQ, “aku kapan ya??”
Gara-garanya lihat-lihat postingan teman2 di timeline FB yang macem2, yang pastinya membahagiakan dan pastinya membuatku bertanya2 sama diriku sendiri. Mulai dari yang posting undangan nikah, posting foto pernikahannya, posting foto hasil tes kehamilan, posting foto anaknya yang baru lahir, sampe posting foto anaknya yang udah gede, yang udah bisa diajak maen. Rasanya gimana gitu perasaanku ngeliat itu semua, yang pasti ada keinginan yang sangat besar sekali. Ingin sekali rasanya segera menyempurnakan separuh agamaku dan segera menjadi ibu. Tapi ya sekali lagi, itu hanyalah keinginanku tetap saja Allah lah yang berkehendak. Yang harus dilakukan saat ini adalah terus berusaha memantaskan diri, terus belajar untuk menjadi istri dan menjadi ibu, terus membekali diri ini dengan pengetahuan agama dan harus terus belajar sabar hingga saat itu tiba. Saat dimana Allah menganugerahkan kebahagiaan itu untukku, jodohku dan juga untuk keluarga kami.

Sabtu, 15 Juni 2013

Masjid Al-Falah

Awalnya sih ke masjid itu gak ada rencana sama sekali. Kebetulan waktu itu abis makan sama temenku, trus udah hampir magrib, daripada gak nutut sampe rumah akhirnya aku mutusin sholat di masjid itu aja. Baru masuk kita sempet bingung tempat wudhunya dimana, eh ternyata nurunin tangga ke bawah, masuk ke bawah tanah gitu, keren deh pokoknya…hehe. Setelah selesai kita cepet2 nyari mukena dan tempat biar gak ketinggalan jamaah. Waktu kita nyari2 tempat mukena ternyata disitu bebarengan dengan anak2 laki2 yang berbondong2 mau sholat jamaah juga. Pertamanya sih aku bingung, tak pikir ini anak2 darimana. Aku baru inget kalau itu anak2 MAN 3.

Waktu aku udah dapet mukena en cari tempat, aku masi bisa dapat tempat di shof paling depan. Tak pikir ya emang masjid ini sama aja kaya masjid2 yang lain, yang banyak itu shof laki2, soalnya waktu aku mulai sholat cuma kelihatan ada 2 shof. Tapi ternyata selesai sholat dan salam, aku liat shof perempuan banyak banget bahkan sampe keluar masjid. Subhanallah….ternyata itu juga anak2 MAN 3. Setelah sholat magrib mereka tidak langsung pergi, tapi mereka masing2 langsung mengambil Al-Quran yang disediakan di masjid dan langsung tadarus bersama membentuk kelompok2 kecil. Mereka melakukan tadarus itu sampe adzan isya’ berkumandang. Setelah adzan isya’ berkumandang mereka pun kembali melakukan sholat isya’ berjamaah. Subhanallah….kagum sekali melihat anak2 ini, mereka sudah terbiasa dengan kegiatan itu sehari2…

Hal istimewa yang aku lihat dari masjid itu adalah masjid yang selalu dipenuhi oleh jamaahnya. Meskipun yang memenuhinya hanyalah anak2 MAN yang memang mereka diwajibkan melakukan itu dalam kegiatan kesehariannya, tapi yang jelas kegiatan itu dapat menghidupkan masjid. Masjid yang selama ini sudah jarang lagi didatangi, yang ketika waktu sholat datang terlihat hanya beberapa shof saja jamaahnya. Masjid yang biasanya hanya penuh di hari jumat dan hari raya umat Islam. Jadi program yang digagas oleh sekolah tersebut menurutku sangat luar biasa, untuk bisa membiasakan siswanya terpaut dengan masjid.

Semoga kita bisa memiliki hati yang selalu tertaut dengan masjid, sehingga kita bisa lebih menghidupkan masjid2 di sekitar kita
Semoga kelak masjid2 tetap bisa penuh dengan jamaah sholat atau digunakan untuk majelis2 ilmu
Aamiin….

Sabtu, 08 Juni 2013

Spiritual Gathering with Ust. Yusuf Mansur

Pertama kali liat acara ini gara2 ada temen yang share di FB, entah kenapa pengen banget dateng ke acara itu. Waktu aku cerita ke salah satu temenku yang aku berharap sih dia mau dateng juga, eh ternyata dia menanggapi dengan datar2 aja. Tapi lagi2 aku pengen buanget bisa dateng. Bingung mau ngajakin sapa, coba sms adek tingkat yang dulu juga pernah ikut waktu di UB, eh ternyata dia juga cuma tanya2 aja tapi gak ngasi kepastian mau apa nggak. Akhirnya aku kepikiran ngajak temen SMAku, waktu aku sms dia lama banget balesnya. Setelah dia bales, dia tanya2 aku dan pada akhirnya dia mau. Alhamdulilah seneng banget rasanya, akhirnya ada temen yang mau aku ajak.

Selang beberapa hari, aku lupa gak sms temenku nomor untuk sms konfirmasi. Sampe akhirnya papaku beli koran trus di koran itu ada poster acara itu, baru inget deh aku. Langsung aku sms temenku. Kita langsung konfirmasi hari itu juga, tapi sempet ragu soalnya gak ada sms balasan. Aku coba deh sms tanya ke nomor itu, tapi tetep aja gak ada balasan. Akhirnya temenku coba dating langsung ke sekretariatnya, ternyata ada pengumuman kalo daftarnya setelah tanggal 29 Mei gak dapet tiket, jadi langsung aja dateng nanti diusahakan dicarikan tempat.

Sampe akhirnya tiba juga hari Jumat tanggal 7 Juni 2013. Pagi aku masih ke kampus dulu ngelab bentar sama nyiap2in buat ngelab hari senin. Jam 1 aku janjian sama temenku, tapi dia jemput aku telat. Trus kita berangkat ke Graha Cakrawala UM. Waktu udah sampe sana ternyata udah ruame banget, bener2 diluar ekspektasiku. Padahal tak pikir ya biasa2 aja, ternyata antrian masuknya udah rame banget. Nah aku sama temenku yang gak bawa tiket bingung mau masuk lewat mana. Akhirnya kita lihat ada panitia yang lagi jalan2 trus kita tanyain deh, trus kita disuruh aja masuk lewat samping ikuti alur nanti tanya lagi sama panitia disitu. Udah kita ikuti alur ternyata gak ada panitia disitu. Akhirnya kita balik lagi nyari meja panitia trus tanya kalo untuk yang non-tiket duduknya dimana, eh ternyata duduknya di luar, kecewa sebenarnya tapi ya gimana lagi, ya udah diterima aja. Tapi waktu kita udah duduk beberapa menit kemudian, orang2 yang duduk disitu langsung berdiri semua berebutan naik tangga masuk katanya di dalam masi kosong, ya udah kita pun ikut2 juga….hehehe

Akhirnya sampe juga kita di dalam gedung. Waaahhh….. ternyata gede banget gedung itu dan udah penuh sama orang2. Aku sama temenku buru2 cari tempat sebelum ustadz naik ke atas panggung dan alhamdulilah pas kita duduk pembawa acara mempersilahkan ustadz masuk. Terdengar suara riuh para peserta memberikan tepuk tangan pernghormatan untuk beliau. Beliau duduk di kursi yang sudah disediakan diatas panggung dan tiba2 beliau memanggil seseorang ke atas panggung. Aku dan temenku bingung, gak tau itu siapa. Kelihatannya ustadz begitu sangat mengenal orang itu, yang dipanggil bersama istrinya.

Kemudian pria itu memperkenalkan dirinya dan meceritakan siapa dirinya. Ternyata pria itu adalah salah satu peserta yang selalu hadir dalam acara ustadz Yusuf. Pada bulan November 2012 ketika ustadz sedang ada acara di Malang, pria itu dipertemukan dengan istrinya sekarang dan dijodohkan oleh beliau. Beberapa hari setelah itu, pria ini berkunjung ke Probolinggo untuk menemui orang tua si wanita. Dengan polosnya pria ini mengatakan pada ayah si wanita kalau mereka berdua dijodohkan oleh ustadz Yusuf Mansur dan ternyata ayah si wanita langsung saja menerima tanpa basa basi. Akhirnya mereka berdua menikah di tanggal cantik 121212. Satu bulan kemudian mereka periksa ke dokter kandungan ternyata sang istri sudah hamil 1 bulan dan saat acara kemarin sang istri sudah hamil 6 bulan. Subhanallah….

Kabar gembiranya juga mereka mendapatkan hadiah bulan madu dengan umroh ke tanah suci dari ustadz. Setelah memberangkatkan umroh dua orang ternyata ustadz Yusuf justru mendapatkan balasan dari Allah yang lebih besar. Beliau mendapatkan undangan dari sultan Bahrain untuk umroh bersama dengan 13 orang keluarganya selain itu juga bisa berkunjung ke Bahrain, Mesir dan Abu Dhabi. Subhanallah….dari sini kita bisa tahu bahwa jangan pernah pelit2 untuk bersedekah, bahwa ketika kita bersedekah dan membuat orang lain bahagia maka Allah juga akan membalas kebaikan itu dengan rejeki yang berlimpah….

Selain itu si pria juga bercerita kalau dulu dua hari sebelum berangkat umroh mereka benar2 tidak punya uang untuk keperluan disana. Mereka hanya punya uang 600rb di tabungan. Mereka tidak membelanjakan uang itu tapi mereka mengambil semua uang itu dan ditukarkan dengan uang 10rb dan 5rb-an, kemudian mereka membagikannya pada anak yatim. Karena mereka percaya kalau sedekah itu balasannya cepat. Mereka menunggu keesokan paginya tapi ternyata belum ada tanda2 apapun. Sampe akhirnya saat sudah siang sekitar pukul 10 tiba2 ada orang yang datang ke rumah dan memberinya uang 18 juta. Subhanallah….mereka sangat kaget mendapatkan uang itu. Sebagian mereka gunakan untuk berangkat umroh dan sebagian digunakan untuk membayar hutang dan keperluan lainnya. Subhanallah, memang janji Allah itu selalu benar….

Kemudian acara dilanjutkan dengan tausiyah ustad Yusuf tentang “Cahaya atau Nur”. Beliau membacakan ayat2 dalam surat An-Nur dan bersama2 mentadaburi makna dari ayat2 tersebut. Beliau mengatakan “pernahkah Anda merasakan kegelapan, tidak dapat melihat arah jalan ke depan, merasakan tidak ada cahaya dalam kehidupan kita?”. Ketika kita merasakan kegelapan itu maka satu2nya sumber cahaya adalah Allah. Jika kita ingin mendapatkan cahaya itu maka hadirkanlah Allah dalam diri kita, dalam pikiran kita dan dalam hati kita. Hadirkanlah Allah dalam rumah kita dengan selalu membaca Al-Quran, karena rumah yang tidak pernah dibacakan ayat suci Al-Quran di dalamnya maka akan terasa gelap, orang-orang didalamnya pun juga akan selalu merasakan kegelapan, tidak ada kebahagiaan di dalamnya.

Jika kita ingin agar Allah memberikan cahayanya pada kita maka jangan pernah tinggalkan sholat, sholat di awal waktu, selalu mebaca Al-Quran dan mentadaburinya, selalu mengingat Allah dengan berdzikir, perbanyak sholat Dhuha dan Qiyamul Lail. Jika kita belum juga mendapatkan cahaya itu, coba cek apakah masih ada amalan yang belum kita lakukan, atau mungkin dosa kecil apa yang masih sering kita lakukan, atau jika bukan kita mungkin orang tua kita, saudara kita atau keluarga kita. Jadi perbanyaklah introspeksi diri.

Entah kenapa aku merasa topik tausiyah hari itu sesuai sekali dengan yang sedang kualami. Mungkin pada saat aku melaksanakan thesisku ini aku merasakan kegelapan itu. Di saat kegelapan ini melanda, aku cuma bisa bingung, gak ngerti, gak tau. Di saat aku bingung sama penelitianku, masalah lain dating, ada hal lain yang menjadi pikiranku. Tapi aku bersykur di saat aku merasakan kegelapan ini, aku merasa Allah seperti menuntunku untuk semakin mendekat pada-Nya dengan segala cara. Mulai dari keinginan untuk mengikuti majelis2 ilmu, dipertemukan dengan orang-orang luar biasa yang bisa menginspirasiku dan mengajariku agama, dan juga diberikan kesempatan untuk mengikuti acara seperti Spiritual Gathering ini. Sedikit demi sedikit aku terus berusaha untuk menyelesaikan penelitianku sambil terus berusaha untuk mendekatkan diri pada Allah. Aku pernah menuliskan dalam tulisan blogku sebelumnya “semoga kelak aku dapat menemukan cahaya itu”. Ya Alhamdulilah kini aku mulai menemukan cahaya itu sedikit demi sedikit. Aku yakin kalau kita yakin dengan apa yang kita kerjakan dan kita yakin bahwa Allah akan membantu kita maka tentu pertolongan dari Allah itu akan datang, cahaya itu akan tampak. Subhanallah walhamdulillah wa lailahaillahu allahuakbar….

Acara tausiyah diselingi dengan sholat Ashar dulu. Saat akan keluar gedung, aku melihat ada seseorang yang gak sengaja ketemu temannya disitu. Aku sih cuma mbatin aja, koq aku gak ketemu temenku ya, padahal disitu ada sekian banyak orang. Eh ternyata Allah mendengarkan gumamanku tadi. Waktu aku nungguin temenku aku liat ke atas dan ternyata disitu ada temen SMAku juga, akhirnya kita bareng2 deh trus sholat bareng juga. Seneng skali rasanya…. ^_^

Selesai sholat kami makan dulu di kantin UM, trus balik lagi ke gedung. Ternyata disana ustadz sudah mulai membaca surat Al Kahfi. Karena kebetulan hari itu adalah hari Jumat, dimana salah satu amalan yang paling baik dilakukan pada hari ini adalah membaca surat Al Kahfi. Beliau membacakan surat tersebut dengan suara yang sangat indah dan lantang, merinding rasanya ketika melihat semua orang bersama-sama membaca ayat tersebut, sayang sekali aku tidak membawa Al-Quran. Beliau berhenti sejenak dan kami diberi kesempatan untuk beroda dengan khusyuk, berdoa untuk diri sendiri, orang tua, keluarga dan seluruh umat muslimin di dunia. Kemudian beliau melanjutkan lagi membaca, semakin lama beliau membaca semakin lantang dan juga terdengar suara beliau terisak-isak. Ya Allah ternyata beliau menangis. Terlihat juga di layar banyak jamaah yang juga menangis ketika membaca ayat suci Al-Quran tersebut. Tak sadar mata ini juga mulai meneteskan air mata, mendengarkan lantunan ayat suci tersebut sambil merenung atas segala dosa dan khilaf yang pernah kulakukan. Di tengah-tengah beliau memberikan lagi kesempatan bagi kami untuk berdoa dengan khusyuk. Beliau melanjutkan lagi membaca hingga selesai dan kami dipersilahkan untuk berdoa lagi dengan lebih khusyuk. Setelah itu kami dipersilahkan untuk membaca Tahmid 100x, istighfar 100x, surat Al-Ikhlas, surat Al-Falaq, surat An-Nas, dan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ustadz Yusuf Mansur.

Setelah selesai beliau mengumumkan bahwa akan dibangun Pesantren untuk para tahfidz Al-Quran di Malang, jadi kami dipersilahkan jika ingin memberikan sedekahnya. Beliau juga mengumumkan akan diresmikannya Klinik DaQu Sehat di Magelang, dan juga beliau berencana akan mendirikan 100 rumah sakit di seluruh Indonesia. Beliau mengajak kami yang hadir disitu untu “patungan”, demi kelancaran pembangunan tersebut. Beliau mengatakan “jika kita banyak bersedekah saat di dunia, maka kelak ketika kita meninggal dunia itu akan menjadi cahaya bagi kita di alam kubur…aamiin…”. Beliau juga mengumumkan berita gembira bahwa pemerintah Kuwait memberikan bantuan 3 buah pesawat terbang yang bekerjasama dengan PPPA Darul Quran. Insya Allah dengan adanya pesawat itu, umat muslim tidak perlu khawatir ketika akan berangkat haji. Semoga segala urusan untuk mendapatkan pesawat itu diberikan kelancaran oleh Allah…aamiin…

Ya Allah, bersyukur sekali rasanya hari itu akhirnya bisa mengikuti acara tersebut. Mendapatkan ilmu yang bermanfaat, mendapatkan ketenangan hati dan insya Allah dapat menjadi media untuk muhasabah diri.
Semoga kelak bisa mengikuti acara2 seperti ini lagi, bisa dipertemukan dengan orang2 luar biasa yang bisa semakin mendekatkanku dengan Allah dan tentunya dapat menjadi pribadi yang lebih baik. Insya Allah

*sayang gak ada dokumentasi untuk acara ini, padahal aku bawa kamera lho, tapi lupa....hehe