Ini adalah sepenggal puisi yang dibuat oleh Ustadz Jefry Al-Bukhori tentang kerinduannya bertemu Rasulullah SAW...
Siapakah engkau ya Muhammad....
Begitu dahsyatnya engkau berada di relung hati kami...
Seluruh para penghuni alam ini membicarakan engkau...
Jika bukan karena engkau ya Muhammad...
Semua kami tidak akan pernah mengenal Rabb kami...
Duhai Allah...
Maukah Engkau menghadirkan beliau dalam mimpi kami?
Memandang kesejukan wajahnya dalam pelukan hati...
Mendengan kemerduan suaranya memanggil Engkau...
Sebentar saja Ya Allah...
Duhai Allah...
Semoga Engkau bangkitkan kami dalam barisan yang sama bersama Rasul kami...
Ya Habibi Ya Rasulullah...
Dari yang merindukanmu...
(Ditulis oleh: Ustadz Jefry Al-Bukhori)
Puisi yang sangat luar biasa sekali, begitu besar rasa cinta beliau kepada Rasulullah. Ingin sekali rasanya memiliki rasa cinta yang begitu besar kepada Rasulullah, Kadang diri ini sering sekali melupakan beliau, malah lebih sering memikirkan hal-hal lain yang tidak penting.
Ya Allah berikanlah rasa cinta kepada Rasulullah pada hati kami...
Semoga shalawat dan salam selalu tercurah pada junjungan kami, Rasulullah....
Semoga kelak Allah membangkitkan kita dalam barisan bersama Rasulullah...
Aamiin....
Rabu, 05 Juni 2013
Jumat, 24 Mei 2013
T.E.M.A.N (5)
"Dalam hidup ini yang terpenting bukanlah banyak-banyakan teman, tapi yang lebih penting adalah siapa yang benar-benar menjadi teman"
by Dedy Corbuzier ~ Hitam Putih
"Orang yang lemah adalah orang yang tidak bisa mencari teman, tapi masih lebih lemah orang yang memiliki teman banyak tapi menyia-nyiakannya"
by Dedy Corbuzier ~ Hitam Putih
Kutipan yang sangat bagus sekali, yang mengajarkan kita untuk tidak perlu berlomba2 mendapatkan teman yang banyak tapi menyia-nyiakannya. Kita diajarkan untuk memperlakukan teman yang kita miliki dengan baik dan tidak menyia-nyiakannya. Karena menurut salah satu kutipan yang juga pernah kubaca dari salah satu website, mengatakan seperti ini...
"Orang yang lemah adalah orang yang tidak bisa mencari teman, tapi masih lebih lemah orang yang memiliki teman banyak tapi menyia-nyiakannya"
Astaghfirullahaladzhim....
Semoga kita bukan termasuk orang- orang yang menyia-nyiakan teman....
Semoga kita bukan termasuk orang- orang yang menyia-nyiakan teman....
Siapapun teman kita, jika dia memiliki kelebihan maka semoga bisa menutupi kekurangan kita dan jika dia memiliki kekurangan maka bisa menjadi ladang pahala bagi kita untuk saling mengingatkan agar menjadi lebih baik....
Subhanallah sekali jika ada pertemanan yang benar2 tulus seperti itu.... ^____^
Minggu, 12 Mei 2013
Muslimah
Muslimah adalah sebutan bagi seorang wanita yang beragama Islam.
Seorang muslimah memiliki ciri khas sendiri yang berbeda dengan umat beragama
lain. Ciri khas ini sangat jelas sekali terlihat oleh pandangan mata yaitu dari
pakaian yang dikenakan tentunya. Ciri dari pakaian seorang muslimah adalah
menutup aurat dari ujung kepala hingga ujung kaki, tapi masih terlihat muka dan
pergelangan tangan. Pada bagian kepala biasanya ditutup dengan yang namanya
kerudung, jilbab atau hijab. Walaupun banyak pendapat yang menyebutkan
perbedaan makna dari ketiganya tapi intinya ketiganya sama-sama berarti
menutup.
Pakaian seorang muslimah
yang aku tahu seharusnya adalah tidak ketat, tidak menerawang, tidak
bermewah-mewahan dan tentunya dapat menutup aurat. Tentu Islam sendiri mengatur
seperti ini bukan untuk mengekang seorang wanita muslim, justru malah bertujuan
untuk menjaga muslimah dari pandangan laki-laki dan tentunya rasa hormat pada
seorang muslimah. Walaupun aku sendiri juga belum bisa sepenuhnya memenuhi itu
semua, tapi tak ada salahnya kita berusaha untuk memenuhi itu.
Pada jaman sekarang ini
sudah banyak sekali muslimah yang mengenakan jilbab, hijab atau kerudung ketika
mereka melakukan aktivitas di luar rumah. Terlepas dari niat mereka memang
untuk menjalankan perintah Allah, untuk memenuhi permintaan orang tua,
mengikuti trend atau apapun itu, yang jelas aku bersyukur sekali karena mereka
sudah ada kemauan untuk memakainya. Banyak yang suka memakai jilbab secara
syar’i tapi banyak juga yang suka memakai jilbab bermodel-model atau yang biasa
disebut dengan hijab. Kalau aku sih mungkin belum bisa disebut berjilbab
syar’i, alhamdulilah baru sekedar berjilbab biasa saja yang menjulur menutup
dada, tapi kebetulan aku tidak suka dengan jilbab bermodel-model (*bukan
berarti aku tidak suka dengan orang yang memakai jilbab bermodel-model).
Di saat trend hijab atau
jilbab bermodel-model, justru perhatianku jatuh pada mereka yang memakai jilbab
syar’i atau yang mungkin dikenal orang2 dengan jilbab lebar. Menurutku mereka2
yang memakai jilbab syar’i itu sangat luar biasa sekali, apalagi di jaman
seperti sekarang ini dimana trend mode itu sangat dijunjung tinggi. Mereka
tetap percaya diri mengenakan apa yang memang disyariatkan oleh agama. Walaupun
kadang banyak pandangan miring, cemooh atau ejekan dari orang yang tidak paham,
tapi mereka tetap bertahan untuk menggunakannya. Karena di kalangan masyarakat image mereka mungkin lekat sekali dengan
yang namanya “teroris”, tapi bagiku tidak sepantasnya kita menghakimi mereka
seperti itu. Terkadang malu sekali rasanya diri ini ketika melihat mereka,
karena belum bisa benar2 menjalankan syariat Islam seperti mereka. Terkadang
juga ingin sekali rasanya bisa bergabung bersama mereka, karena aku tahu
seperti apa mereka sebenarnya. Mereka adalah sekumpulan orang yang benar2
sangat mencintai Allah dan Rasulullah. Mereka selalu belajar bersama mengkaji
ilmu agama, saling mengingatkan dan saling mencintai karena Allah.
Aku bisa mengatakan
seperti ini karena aku sempat belajar agama bersama mbak2 jilbaber (*sebutan
yang kuberikan untuk wanita muslim yang mengenakan jilbab syar’i) waktu di SMA.
Kebetulan mbak2 itu adalah kakak kelasku yang dulunya juga ikut di ekskul SKI.
Tiap minggu pasti kami ada kajian agama bersama. Biasanya kalau hari jumat ada
kegiatan Keputrian khusus untuk yang putri saja, kalau hari sabtu ada kegiatan
Kantin (Kajian Rutin) untuk yang putra dan putri. Senang sekali rasanya bisa
mengenal dan belajar banyak pada mbak2 itu, karena aku merasa mereka dapat
menyampaikan ilmu agama dengan lebih ringan dan menyenangkan. Tapi sayang
kebersamaan itu tidak dapat berlangsung lama karena ada sesuatu hal yang
menghalangi kami untuk dapat berkumpul bersama lagi. Sampai akhirnya akupun
kuliah, rasanya rindu sekali dengan masa2 itu, rindu mengkaji ilmu agama
bersama.
Ada juga satu hal yang
sangat kukagumi dari para muslimah itu adalah kebersamaan dan kedekatan mereka.
Mereka begitu sangat dekat sekali satu sama lain. Terkadang ingin sekali bisa
mengenal dan bisa menjadi bagian dari mereka. Sepertinya mereka bisa begitu
dekat, karena mereka berteman benar2 tulus karena Allah, tidak pernah ada rasa
iri, buruk sangka ataupun pikiran buruk lainnya, karena hari-hari mereka hanya
diisi dengan membicarakan hal2 yang bermanfaat saja.
Wallahualam….
Oki Setiana Dewi sebagai salah satu publik figur di Indonesia
adalah salah satu muslimah berjilbab syar'i yang sangat kukagumi. Meskipun dia
bekerja di dunia yang sangat menjunjung tinggi kecantikan fisik, tapi dia tetap
percaya diri mengenakan pakaian syar'i-nya. Subhanallah.... Itu menunjukkan
bahwa berpakaian sesuai syariat tidak akan menghalangi kesuksesan seseorang...
Subhanallah sekali melihat para muslimah itu…
Kelak suatu saat nanti
ingin sekali bisa menjadi bagian dari mereka, setidaknya dari segi berpakaian dulu.
Sambil terus berusaha mempelajari agama Islam, agar tidak hanya terlihat cantik
di luar tapi juga cantik di dalam, tentu cantiknya di hadapan Allah SWT.
Aamiin…
Sebelum mengakhiri tulisan ini aku ingin menyampaikan ringkasan yang kuingat dari sebuah tulisan yang kubaca dari Page di Facebook tentang berjilbab yang intinya:
“Bagi mereka yang telah
berjilbab syar’i, bersyukurlah karena telah menjalankan syariat Islam. Tapi
janganlah memandang mereka yang belum berjilbab syar’i dengan pandangan yang
miring atau merasa dirinyalah yang lebih benar. Karena bisa saja meskipun dari
segi berjilbab belum sesuai syar’i, tapi sebenarnya hati mereka justru yang
lebih dekat dengan Allah. Oleh karena itu doakanlah mereka agar dapat segera
menyempurnakannya dengan menggunakan jilbab yang syar’i.
Begitupun mereka yang belum berjilbab syar’i, janganlah memandang
mereka yang telah berjilbab syar’i sebagai seorang yang “sok suci” (*maaf),
“golongan teroris” atau orang yang tidak mengikuti mode. Karena sebenarnya
mereka bukan ingin terlihat “sok suci”, tapi mereka hanya ingin menjalankan apa
yang disyariatkan oleh Islam. Oleh karena itu justru kita harus mendoakan
mereka agar mereka dapat tetap mempertahankan apa yang mereka yakini saat ini,
tetap menggunakan jilbab yang syar’i.
Daripada mempermasalahkan yang memakai jilbab syar’i atau tidak,
seharusnya kita justru mendoakan saudari2 kita sesama muslim yang belum
mengenakan jilbab agar diberikan hidayah untuk segera memakai jilbab.”
Membaca tulisan itu benar2 sangat menyadarkan diri ini yang kadang berpikiran negatif dengan muslimah yang memakai jilbab bermodel-model. Tulisan ini mengajarkan kita untuk lebih bijaksana dalam menyikapi atau memandang sesuatu apapun. Bahwa janganlah menghakimi orang lain dari apa yang kita lihat saja, tapi kita harus mengenalnya lebih dalam lagi.
Semoga semua yang kita lakukan mendapatkan rahmat dan ridho dari Allah SWT.
Aamiin….
Semoga Bermanfaat
*Sesungguhnya kesempurnaan hanyalah milik Allah semata ^__^
Label:
Religion,
Renungan Diri
Lokasi:
Malang, Indonesia
Jumat, 10 Mei 2013
T.E.M.A.N (4)
Tulisan tentang teman atau sahabat ini kusadur dari blog http://qurandansunnah.wordpress.com/2009/10/16/bagaimanakah-memilih-teman-yang-baik/
Subhanallah sekali isinya sangat bagus dan bisa memberikan banyak ilmu
Semoga bermanfaat...
Tulisan ini jadi mengingatkanku pada kata2 dari seseorang bahwa "Teman yang paling baik adalah yang ketika kita melihatnya saja maka kita akan selalu mengingat Allah"
Subhanallah....
semoga segera dipertemukan dengan teman yang bisa menjadi sahabatku hingga kelak tua nanti....
Aamiin....^_^
Subhanallah sekali isinya sangat bagus dan bisa memberikan banyak ilmu
Semoga bermanfaat...
Lihatlah,
Siapa Temanmu…!
“Apabila engkau berada di tengah-tengah
suatu kaum maka pililhlah orang-orang yang balk sebagai sahabat, dan janganlah
engkau bersahabat dengan orang-orang jahat sehingga engkau akan binasa
bersamanya“
Wanita
adalah bagian dari kehidupan manusia, sehingga dia tak akan pernah lepas dari
pola interaksi dengan sesama. Terlebih dominasi perasaan yang melekat pada
dirinya, membuat dia butuh teman tempat mengadu, tempat bertukar pikiran dan
bermusyawarah. Berbagai problem hidup yang dialami menjadikan dia berfikir
bahwa, meminta pendapat, saran dan nasehat teman adalah suatu hal yang perlu.
Maka teman sangat vital bagi kehidupannya, siapa sih yang tidak butuh teman
dalam hidup ini..?.
Namun
wanita muslimah adalah wanita yang dipupuk dengan keimanan dan dididik dengan
pola interaksi Islami. Maka pandangan Islam dalam memilih teman adalah
barometernya, karena dirinya sadar, teman yang baik (shalihah) memiliki
pengaruh besar dalam menjaga keistiqomahan agamanya. Selain itu teman shalihah
adalah sebenar-benar teman yang akan membawa mashlahat dan manfaat. Maka dalam
pergaulannya dia akan memilih teman yang baik dan shalihah, yang benar-benar
memberikan kecintaan yang tulus, selalu memberi nasihat, tidak curang dan menunjukan
kebaikan. Karena bergaul dengan wanita-wanita shalihah dan menjadikannya
sebagai teman selalu mendatangkan manfaat dan pahala yang besar, juga akan
membuka hati untuk menerima kebenaran. maka kebanyakan teman akan jadi teladan
bagi temannya yang lain dalam akhlak dan tingkah lake. Seperti ungkapan “Janganlah kau tanyakan seseorang pada
orangnya, tapi tanyakan pada temannya. karena setiap orang mengikuti temannya“.
Bertolak
dari sinilah maka wanita muslimah senantiasa dituntut untuk dapat memilih teman,
juga lingkungan pergaulan yang tak akan menambah dirinya melainkan ketakwaan
dan keluhuran jiwa. Sesungguhnya Rasulullah juga telah menganjurkan untuk
memilih teman yang baik (shalihah) dan berhati-hati dari teman yang jelek.
Hal ini
telah dimisalkan oleh Rasulullah melalui ungkapannya:
“Sesungguhnya perumpamaan teman yang baik
(shalihah) dan teman yang jahat adalah seperti pembawa minyak wangi dan peniup
api pandai besi. Pembawa minyak wangi mungkin akan mencipratkan minyak wanginya
itu atau engkau menibeli darinya atau engkau hanya akan mencium aroma harmznya
itu. Sedangkan peniup api tukang besi mungkin akan membakar bajumu atau engkau
akan mencium darinya bau yang tidak sedap“. (Riwayat Bukhari, kitab
Buyuu’, Fathul Bari 4/323 dan Muslim kitab Albir 4/2026)
Dari
petunjuk agamanya, wanita muslimah akan mengetahui bahwa teman itu ada dua
macam. Pertama, teman yang shalihah, dia laksana pembawa minyak wangi yang
menyebarkan aroma harum dan wewangian. Kedua teman yang jelek laksana peniup
api pandai besi, orang yang disisinya akan terkena asap, percikan api atau
sesak nafas, karena bau yang tak enak.
Maka
alangkah bagusnya nasehat Bakr bin Abdullah Abu Zaid, ketika baliau
berkata,” Hati-hatilah
dari teman yang jelek …!, karena sesungguhnya tabiat itu suka meniru, dan manusia seperti serombongan burung
yang mereka diberi naluri untuk meniru dengan yang lainnya.Maka hati-hatilah
bergaul dengan orang yang seperti itu, karena dia akan celaka, hati- hatilah
karena usaha preventif lebih mudah dari pada mengobati “.
Maka
pandai-pandailah dalam memilih teman, carilah orang yang bisa membantumu untuk
mencapai apa yang engkau cari . Dan bisa mendekatkan diri pada Rabbmu,
bisa memberikan saran dan petunjuk untuk mencapai tujuan muliamu.
Maka
perhatikanlah dengan detail teman-temanmu itu, karena teman ada bermacam-macam
1.ada
teman yang bisa memberikan manfaat
2.ada
teman yang bisa memberikan kesenangan (kelezatan)
3.dan ada
yang bisa memberikan keutamaan.
Adapun dua
jenis yang pertama itu rapuh dan mudah terputus karena terputus
sebab-sebabnya. Adapun jenis ketiga, maka itulah yang dimaksud
persahabatan sejati. Adanya interaksi timbal balik karena kokohnya keutamaan
masing-masing keduanya. Namun jenis ini pula yang sulit dicari. (Hilyah
Tholabul ‘ilmi, Bakr Abdullah Abu Zaid halarnan 47-48)
Memang
tidak akan pernah lepas dari benak hati wanita muslimah yang benar-benar sadar
pada saat memilih teman, bahwa manusia itu seperti barang tambang, ada
kualitasnya bagus dan ada yang jelek. Demikian halnya manusia, seperti dijelaskan
Rasulullah Shalallahu’alaihi Wassallam :
” Manusia itu adalah barang tambang seperti
emas dan perak, yang paling baik diantara mereka pada zaman jahiliyyah adalah
yang paling baik pada zaman Islam jika mereka mengerti. Dan ruh-ruh itu seperti
pasukan tentara yang dikerahkan, yang saling kenal akan akrab dan yang tidak
dikenal akan dijauhi ” (Riwayat Muslim)
Wanita
muslimah yang jujur hanya akan sejalan dengan wanita-wanita shalihah, bertakwa
dan berakhlak mulia, sehingga tidak dengan setiap orang dan sembarang orang dia
berteman, tetapi dia memilih dan melihat siapa temannya. Walaupun memang, jika
kita mencari atau memilih teman yang benar-benar bersih sama sekali dari aib,
tentu kita tidak akan mendapatkannya. Namun, seandainya kebaikannya itu lebih banyak
daripada sifat jeleknya, itu sudah mencukupi.
Maka
Syaikh Ahmad bin ‘Abdurrahman bin Qudamah al-Maqdisi atau terkenal dengan nama
Ibnu Qudamah AlMaqdisi memberikan nasehatnya juga dalam memilih teman: “Ketahuilah, bahwasannya tidak dibenarkan
seseorang mengambil setiap orang jadi sahabatnya, tetapi dia harus mampu
memilih kriteria-kriteria orang yang dijadikannya teman, baik dari segi
sifat-sifatnya, perangai-perangainya atau lainnya yang bisa menimbulkan gairah
berteman sesuai pula dengan manfaat yang bisa diperoleh dari persahabatan
tersebut itu.
Ada manusia yang berteman karena tendensi dunia, seperti karena harta,
kedudukan atau sekedar senang melihat-lihat dan bisa ngobrol saja, tetapi itu
bukan tujuan kita.
Ada pula
orang yang berteman karena kepentingan Dien (agama), dalarn hal inipun ada yang
karena ingin mengambil faidah dari ilmu dan amalnya, karena kemuliaannya atau
karena mengharap pertolongan dalam berbagai kepentingannya. Tapi, kesimpulan
dari semua itu orang yang diharapkan jadi teman hendaklah memenuhi lima
kriteria berikut; Dia cerdas (berakal), berakhlak baik, tidak fasiq, bukan ahli
bid’ah dan tidak rakus dunia. Mengapa harus demikian ?, karena kecerdasan
adalah sebagai modal utama, tak ada kabaikan jika berteman dengan orang dungu,
karena terkadang ia ingin menolongmu tapi malah mencelakakanmu. Adapun orang
yang berakhlak baik, itu harus. Karena terkadang orang yang cerdaspun kalau
sedang marah atau dikuasai emosi, dia akan menuruti hawa nafsunya. Maka tak
baik pula berteman dengan orang cerdas tetapi tidak berahlak. Sedangkan orang
fasiq, dia tidak punya rasa takut kepada Allah. Dan barang siapa tidak takut
pada Allah, maka kamu tidak akan aman dari tipu daya dan kedengkiannya, Dia
juga tidak dapat dipercaya. Kalau ahli bid’ah jika kita bergaul dengannya
dikhawatirkan kita akan terpengaruh dengan jeleknya kebid’ahannya itu.
(Mukhtasor Minhajul Qasidin, Ibnu Qudamah hal 99).
Maka
wanita muslimah yang benar-benar sadar dan mendapat pancaran sinar agama, tidak
akan merasa terhina akibat bergaul dengan wanita-wanita shalihah meskipun
secara lahiriyah, status sosial clan tingkat materinya tidak setingkat. Yang
menjadi patokan adalah substansi kepribadiannya dan bukan penampilan dan
kekayaan atau lainnya. “Pergaulan
anda dengan orang mulia menjadikan anda termasuk golongan mereka, karenanya
janganlah engkau mau bersahabat dengan selain mereka“.
Oleh
karena itu datang petunjuk Al Qur’an yang menyerukan hal itu :
“Dan bersabarlah kamu bersama dengan
orang-orang yang menyeru Rabbnya dipagi dan disenja hari dengan mengharap
keridhoan-Nya. Dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka karena
mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini. Dan janganlah kamu mengikuti orang
yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami, serta menuruti hawa
nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas” (Al-Kahfi:28)
Tulisan ini jadi mengingatkanku pada kata2 dari seseorang bahwa "Teman yang paling baik adalah yang ketika kita melihatnya saja maka kita akan selalu mengingat Allah"
Subhanallah....
semoga segera dipertemukan dengan teman yang bisa menjadi sahabatku hingga kelak tua nanti....
Aamiin....^_^
Label:
Friendship
Lokasi:
Malang, Indonesia
IDEALIS
Idealis...
Sifat idealis itu sebenarnya sifat apa sih atau yang seperti apa??
Apakah sifat ini sama dengan perfeksionis??
Kalau menurut salah satu blog (http://aaikhwan.wordpress.com/2012/03/30/idealis-vs-realistis/),
sikap idealis adalah sikap yang tumbuh dalam diri seseorang yang selalu ingin melakukan segala halnya secara sempurna dan benar sesuai dengan pengalaman atau kejadian yang dialaminya...
Akhir2 ini aku sangat familiar sekali dengan kata2itu...
Ya mungkin karena 2 orang dosen (pembimbing dan pengujiku) mengatakan itu kepadaku...
Tapi sebenarnya apa memang iya aku ini idealis?
Kalau perfeksionis mungkin iya, tapi sebenarnya aku cuma ingin apa yang kukerjakan itu terlihat rapi dan aku hanya ingin menampilkan sesuatu yang sederhana itu agar tampak lebih sempurna..
Tapi ya sudahlah, apapun itu, itulah pandangan orang tentangku dan aku harus menerima itu...
Ya kalau yang mengatakan itu adalah dosen, tentu ini berhubungan dengan penelitianku...
Entahlah aku harus mengatakan apa tentang penelitianku...
Yang jelas yang kulakukan sekarang hanyalah berusaha untuk mewujudkannya..
Seandainya pun nanti tak bisa diwujudkan, setidaknya aku punya sesuatu hal yang kubanggakan
Kalau orang lain yang juga melakukan penelitian, kebanggannya adalah mendapatkan data atau setidaknya hasil nyata
Tapi aq cuma punya kesabaran untuk memperjuangkan dan rasa memiliki terhadap penelitian ini
Mungkin itu nilai lebih yang bisa kubanggakan dari penelitian ini
Keadaan ini sebenanrnya mengajarkanku nilai-nilai penting dalam kehidupan bahwa segala sesuatu yang kita inginkan itu belum tentu dapat kita miliki. Jika kita ingin memilikinya maka kita harus memperjuangkannya dengan segala cara agar kita tahu arti sebuah perjuangan dan belajar kesabaran. Jika kita sudah berjuang tapi kita tetap tidak bisa mendapatkannya itu berarti usaha kita belum cukup keras atau memang kita juga diajarkan untuk lebih bersabar ataupun apa yang kita inginkan itu diganti dengan yang lain...
Aku yakin Allah tidak akan menguji hamba-Nya diluar batas kemampuan hamba-Nya...
Tapi terkadang diri ini masih saja sering membanding-bandingkannya dengan orang lain...
Astaghfirullahhaladzhim.... :(
Aku yakin kelak Allah akan menunjukkan titik terang itu...
Jangan pernah menyerah dan putus asa, perjalanan ini masih jauh sekali..
Insya Allah semua ini akan indah pada waktunya...
Aamiin.... ^_^
Sifat idealis itu sebenarnya sifat apa sih atau yang seperti apa??
Apakah sifat ini sama dengan perfeksionis??
Kalau menurut salah satu blog (http://aaikhwan.wordpress.com/2012/03/30/idealis-vs-realistis/),
sikap idealis adalah sikap yang tumbuh dalam diri seseorang yang selalu ingin melakukan segala halnya secara sempurna dan benar sesuai dengan pengalaman atau kejadian yang dialaminya...
Akhir2 ini aku sangat familiar sekali dengan kata2itu...
Ya mungkin karena 2 orang dosen (pembimbing dan pengujiku) mengatakan itu kepadaku...
Tapi sebenarnya apa memang iya aku ini idealis?
Kalau perfeksionis mungkin iya, tapi sebenarnya aku cuma ingin apa yang kukerjakan itu terlihat rapi dan aku hanya ingin menampilkan sesuatu yang sederhana itu agar tampak lebih sempurna..
Tapi ya sudahlah, apapun itu, itulah pandangan orang tentangku dan aku harus menerima itu...
Ya kalau yang mengatakan itu adalah dosen, tentu ini berhubungan dengan penelitianku...
Entahlah aku harus mengatakan apa tentang penelitianku...
Yang jelas yang kulakukan sekarang hanyalah berusaha untuk mewujudkannya..
Seandainya pun nanti tak bisa diwujudkan, setidaknya aku punya sesuatu hal yang kubanggakan
Kalau orang lain yang juga melakukan penelitian, kebanggannya adalah mendapatkan data atau setidaknya hasil nyata
Tapi aq cuma punya kesabaran untuk memperjuangkan dan rasa memiliki terhadap penelitian ini
Mungkin itu nilai lebih yang bisa kubanggakan dari penelitian ini
Keadaan ini sebenanrnya mengajarkanku nilai-nilai penting dalam kehidupan bahwa segala sesuatu yang kita inginkan itu belum tentu dapat kita miliki. Jika kita ingin memilikinya maka kita harus memperjuangkannya dengan segala cara agar kita tahu arti sebuah perjuangan dan belajar kesabaran. Jika kita sudah berjuang tapi kita tetap tidak bisa mendapatkannya itu berarti usaha kita belum cukup keras atau memang kita juga diajarkan untuk lebih bersabar ataupun apa yang kita inginkan itu diganti dengan yang lain...
Aku yakin Allah tidak akan menguji hamba-Nya diluar batas kemampuan hamba-Nya...
Tapi terkadang diri ini masih saja sering membanding-bandingkannya dengan orang lain...
Astaghfirullahhaladzhim.... :(
Aku yakin kelak Allah akan menunjukkan titik terang itu...
Jangan pernah menyerah dan putus asa, perjalanan ini masih jauh sekali..
Insya Allah semua ini akan indah pada waktunya...
Aamiin.... ^_^
Sabtu, 23 Maret 2013
Aku
Ya ini lah aku....
Aku dengan keunikanku sendiri...
Banyak orang yang bisa menerimaku apa adanya, tapi tak bisa dipungkiri banyak juga yang tidak...
Tapi ya inilah aku, aku tetap bahagia menjadi diriku sendiri...
Mungkin orang yang "hanya sedikit" mengenalku, pasti berpikir kalau aku ini orang yang sombong, gak asik, cuek, pendiam dan sebagainya. Tapi sebenarnya sama sekali bukan seperti itu, tapi lebih selektif saja dalam memilih sesuatu atau melakukan sesuatu.
Mungkin karena aku orang yang keras dan sangat kuat pendiriannya, kalau aku sudah berniat melakukan A kalau dipaksa seperti apapun untuk melakukan B aku pasti akan menolaknya. Atau kalau aku disuruh ikut acara A tapi tanggung jawab atau tugasQ belum selesai, pasti aku akan menolaknya atau mengiyakannya tapi dengan membawa serta tugasQ itu....hehehe
Menurutku hidup itu harus punya prinsip, gak bisa selamanya kita hanya jadi follower yang mudah sekali "terseret arus". Diajak kesana ayo, diajak kesini ayo, jangan2 nanti kalau diajak masuk sumur ikut juga....wkwkwk
Ya mungkin tak banyak orang yang bisa menerima sifatQ ini, tapi aq sudah yakin dengan prinsip hidupQ ini. Kalau menurutku sesuatu itu memang bermanfaat untukQ pasti aku akan memilihnya, tapi kalau menurutQ lebih banyak mudharatnya lebih baik aku tinggalkan. Atau kalau ada tanggung jawab dan tugas tentu aku akan mendahulukan itu daripada melakukan sesuatu yang lain. Lebih baik aku dianggap orang yang sombong daripada aku jadi orang yang plin plan atau gak punya pendirian....
*Ayo kita jadi pioneer, jangan hanya jadi follower
Aku dengan keunikanku sendiri...
Banyak orang yang bisa menerimaku apa adanya, tapi tak bisa dipungkiri banyak juga yang tidak...
Tapi ya inilah aku, aku tetap bahagia menjadi diriku sendiri...
Mungkin orang yang "hanya sedikit" mengenalku, pasti berpikir kalau aku ini orang yang sombong, gak asik, cuek, pendiam dan sebagainya. Tapi sebenarnya sama sekali bukan seperti itu, tapi lebih selektif saja dalam memilih sesuatu atau melakukan sesuatu.
Mungkin karena aku orang yang keras dan sangat kuat pendiriannya, kalau aku sudah berniat melakukan A kalau dipaksa seperti apapun untuk melakukan B aku pasti akan menolaknya. Atau kalau aku disuruh ikut acara A tapi tanggung jawab atau tugasQ belum selesai, pasti aku akan menolaknya atau mengiyakannya tapi dengan membawa serta tugasQ itu....hehehe
Menurutku hidup itu harus punya prinsip, gak bisa selamanya kita hanya jadi follower yang mudah sekali "terseret arus". Diajak kesana ayo, diajak kesini ayo, jangan2 nanti kalau diajak masuk sumur ikut juga....wkwkwk
Ya mungkin tak banyak orang yang bisa menerima sifatQ ini, tapi aq sudah yakin dengan prinsip hidupQ ini. Kalau menurutku sesuatu itu memang bermanfaat untukQ pasti aku akan memilihnya, tapi kalau menurutQ lebih banyak mudharatnya lebih baik aku tinggalkan. Atau kalau ada tanggung jawab dan tugas tentu aku akan mendahulukan itu daripada melakukan sesuatu yang lain. Lebih baik aku dianggap orang yang sombong daripada aku jadi orang yang plin plan atau gak punya pendirian....
*Ayo kita jadi pioneer, jangan hanya jadi follower
Label:
Renungan Diri
Lokasi:
Malang, Indonesia
Rabu, 23 Januari 2013
Pendiam atau cerewet??
Memang hidup ini harus memilih diantara dua pilihan...
Antara yang baik dan yang buruk ataupun yang benar dan yang salah...
Seperti aku yang harus memilih untuk menjadi orang yang pendiam atau orang yang cerewet...
Sampai usia 20 tahun aku mungkin ditakdirkan untuk jadi orang yang pendiam, banyak orang yang mungkin terlihat bosan ketika bersamaku karena mungkin aku gak asik kalo diajak ngobrol....hehe
Karena ke-diam-an inilah aku jadi terbiasa melakukan segalanya sendiri, terbiasa kemana2 sendiri dan akibatnya aku jadi orang yang tidak terlalu bergantung pada orang lain...
Tapi ketika pada akhirnya seseorang menyadarkanku untuk menjadi orang yang lebih terbuka, aku mulai berubah menjadi orang yang sedikit cerewet, ceplas-ceplos en jadi suka ngobrol. Bahkan sampe ada temenku yang bilang kalo sekarang ini aku sudah berubah gak seperti dulu lagi. Mungkin ada yang menganggap perubahanku ini positif dan mungkin ada juga yang menganggapnya negatif. Tapi menurutku perubahan ini adalah perubahan yang positif. Karena semenjak aku menjadi orang yang cukup cerewet, aku jadi lebih berani untuk mengungkapkan pendapatku, aku bisa punya semakin banyak teman, jadi bisa dikenal en mengenal banyak orang, baik yang seumur, lebih muda atau lebih tua, dan yang pasti sekarang aku jadi tidak sering sendiri lagi...
Aku jadi seneng banget cerita sama orang lain, cerita apapun itu, bahkan hal sekecil apapun...
Tapi kenapa akhir2 ini aku merasa ketika aku bercerita kepada teman yang seumuran koq kurang dapat respon ya?? Atau bahkan mungkin hanya didengarkan dan cuek saja tanpa menanggapi apapun ataupun malah ditinggal.....hehe
Apa mungkin aku sudah mulai membosankan seperti dulu lagi ya??
Tapi terasa beda sekali ketika aku bercerita dengan yang lebih muda atau lebih tua dariku, menurutku mereka jauh lebih menyenangkan dan lebih bisa menjadi pendengar yang baik..
Di saat aku sendiri merekalah yang tiba2 datang dan menemani aku...
Tapi ya memang aku belum pernah benar2 mendapatkan teman2 yang bisa menjadi sahabat untukku, yang selalu ada di saat suka maupun duka
Mungkin karena aku mulai belajar untuk menjadi orang yang cerewet dan mulai terbiasa dengan adanya teman disampingku, akhirnya di saat aku sendiri lagi, rasanya sedih banget...
Kalo boleh milih mungkin lebih enak jadi aku yang pendiam kaya dulu, yang terbiasa sendiri dan gak bergantung sama orang lain, jadinya gak akan sedih meskipun aku sendiri....hehe
Mungkin memang harus membiasakan diri lagi dengan kesendirian ini, toh nanti ketika menuju alam akhirat aku juga akan sendiri lagi...
Aku harus tetap tersenyum meskipun dalam hati ini rasanya sedih sekali, harus belajar untuk lebih dewasa...
Tapi aku yakin meskipun tak ada teman disampingku, masih ada Allah yang akan selalu bersamaku....
Yah sekali lagi hidup adalah pilihan...
Pilihan apapun itu yang kita ambil pasti ada hikmah dan pelajaran yang bisa kita petik..
Seperti halnya untuk memilih jadi orang yang pendiam atau orang yang cerewet...
^____^
Langganan:
Postingan (Atom)